Hematologi (II): Fibrinolisis dan Antifibrinolitik
Hematologi merupakan
cabang ilmu medis penyakit dalam. Hematologi mempelajari gangguan, diagnosis,
penyembuhan, serta pencegahan penyakit yang menyerang darah dan komponen-
komponennya. Meliputi sel darah, protein darah, hemoglobin, trombosit, serta
pembuluh darah, dan organ yang memproduksi darah, yakni sumsum tulang serta
limpa.
Pada artikel sebelumnya, saya telah membahas tentang
Hematologi I : pembekuan darah dan antikoagulan, kalian bisa melihatnya disini.
Artikel ini adalah kelanjutannya, yaitu tentang fibrinolisis dan
antifibrinolitik, selamat membaca~
Fibrinolisis
Fibrinolisis ialah mekanisme pecahnya benang fibrin( salah satu agen pembeku darah yang dibuat dalam darah bagaikan produk akhir koagulasi). Darah pula mengandung enzim fibrinolitik yang bermanfaat mecegah pembangunan gumpalan ataupun pembekuan darah pada zona yang tidak terluka, sehingga tidak bakal membatasi aliran darah, dan juga enzim ini hendak menghancurkan fibrin apabila cedera sudah sembuh. Trombosis ialah pembuatan gumpalan ataupun bekuan darah yang tidak wajar, yang terjalin apabila ada kendala pada jalan pembekuan darah serta pemecahan fibrin. Obat yang bisa mengaktifkan kerja fibrinolisis bisa pula mengobati penyakit semacam embolisme paru- paru, dan infark myocardial yang diakibatkan sebab terdapatnya gumpalan darah yang membatasi aliran darah.

Proses fibrinolisis diawali dengan
masuknya aktivator ke perputaran. Aktivator plasminogen hendak mengaktifkan
plasminogen jadi plasmin, baik plasminogen yang terikat fibrin ataupun
plasminogen bebas. Plasmin terikat bakal menghancurkan fibrin jadi fibrin
degradation products( FDP). Plasmin bebas bakal dinetralkan oleh antiplasmin,
bila antiplasmin tidak cukup maka plasmin bebas bisa menghancurkan fibrinogen
serta protein lain semacam FV, FVIII, hormon, serta komplemen. Bila yang
dihancurkan oleh plasmin merupakan cross- linked fibrin maka bakal dihasilkan D
dimer, namun pada penghancuran fibrinogen tidak dihasilkan D dimer, jadi D
dimer bisa membedakan fibrinolisis dengan fibrinogenolisis.
Koagulasi serta fibrinolisis ialah
mekanisme yang silih berkaitan erat sehingga seseorang tidak bisa membicarakan
permasalahan koagulasi tanpa di sertai dengan fibrinolisis demikian pula
kebalikannya. dalam system koagulasis serta fibrinolisis ada system lain yang
mengendalikan supaya kedua proses tidak langsung melampaui batas. sistem
tersebut terdiri dari faktorfaktor penghambat( inhibitor). Seluruh proses
merupakan mekanisme terpadu antara aktivitas pembuluh darah, fungsi trombosit, interaksi
antara prokoagulan dalam sirkulasi dengan trombosit, aktifasi fibrinolisis
serta aktivitas inhibitor.
Antifibrinolitik
Asam traneksamat( tranexamic acid) ialah derivat asam
amino lisin yang bekerja membatasi proses fibrinolisis, sehingga memesatkan
perdarahan berhenti. Asam traneksamat merupakan obat generik kalangan anti-
fibrinolitik yang digunakan buat menolong menghentikan pendarahan pada beberapa
keadaan, misalnya mimisan, luka, pendarahan akibat haid berlebihan, serta
pendarahan pada pengidap angio- edema turunan. Asam Traneksamat ialah
competitive inhibitor dari aktivator plasminogen serta penghambat plasmin.
Plasmin sendiri berfungsi menghancurkan fibrinogen, fibrin dari aspek pembekuan
darah lain, oleh sebab itu Asam Traneksamat bisa digunakan buat menanggulangi
perdarahan akibat fibrinolisis yang berlebihan. Khasiat Asam Traneksamat yang
lain termasuk buat menanggulangi permasalahan pendarahan abnormal pascaoperasi
serta mengurangi pendarahan akibat pencabutan gigi pada pengidap hemofilia.
Farmakodinamik
Farmakodinamik asam traneksamat bekerja pada proses
pembekuan darah. Asam traneksamat ialah derivat asam amino lisin yang bekerja
membatasi proses fibrinolisis. Asam amino lisin yang mempunyai afinitas besar
akan melekat pada reseptor plasminogen, sehingga plasmin tidak bisa diaktifkan.
Dampaknya proses degradasi fibrin serta aspek pembekuan yang lain oleh plasmin
tidak berlangsung.
Kala berlangsung perdarahan, aspek pembekuan bakal
teraktivasi, serta platelet bakal berkumpul membentuk bekuan darah. Aktivasi
aspek pembekuan darah diawali dari platelet dihancurkan serta menghasilkan
trombokinase. Trombokinase akan mengaktifkan trombin dari wujud inaktifnya
protrombin. Trombin akan mengaktifkan fibrinogen jadi fibrin.
Benang- benang fibrin akan memperkuat bekuan darah. Di
samping itu, disaat proses pembekuan darah, tissue plasminogen activator( tpa)
bakal mengaktivasi plasminogen jadi plasmin. Plasmin berfungsi dalam proses
fibrinolisis, dimana plasmin bakal menghancurkan fibrin serta faktor pembekuan
lain. Disini asam traneksamat bekerja membatasi proses fibrinolisis.
Tidak hanya itu, asam traneksamat pula dikenal memiliki
dampak antiinflamasi secara tidak langsung, ialah dengan cara mengurangi jumlah
plasmin yang tersebar. Plasmin dikenal berfungsi dalam mengaktivasi sel
inflamasi serta protein, termasuk monosit, neutrofil, platelet, komplemen,
serta sitokin. Sebab itu asam traneksamat bisa dipertimbangkan buat pengobatan
angioedema herediter, yaitu menghindari serbuan angioedema jangka panjang.
Dampak asam traneksamat pula dikenal bisa membatasi
aktivasi plasminogen jadi plasmin oleh cahaya ultraviolet. Dipahami jika
plasmin bisa mengaktivasi enzim tirosinase yang setelah itu menimbulkan
sintesis pigmen. Oleh sebab itu, asam traneksamat bisa mengurangi
hiperpigmentasi sehingga digunakan selaku pengobatan alternatif melasma.
Farmakokinetik
Farmakokinetik asam traneksamat ialah diabsorpsi secara
cepat di plasma darah, sebaliknya lewat sistem gastrointestinal cuma 50%, serta
dosis puncak kurang lebih 1- 5 jam. Asam traneksamat berikatan dengan protein
serta didistribusikan lewat plasma ke jaringan. Cuma sebagian kecil obat yang
dimetabolisme, serta setelah itu dieliminasi lewat filtrasi di glomerulus
ginjal.
·
Absorbsi
Injeksi asam traneksamat diabsorbsi secara segera di
plasma darah. Sebaliknya asam traneksamat oral diabsorbsi di sistem
gastrointestinal cuma sebesar 50%, serta hendak masuk peredaran darah. Onset
asam traneksamat buat bekerja menggapai puncaknya merupakan dekat 1- 5 jam.
·
Distribusi
Jumlah asam traneksamat yang berikatan dengan protein
wajib mencapai minimun 3% biar bisa memberikan dampak terapeutik, sebaliknya
asam traneksamat dapat berikatan penuh dengan plasminogen. Tetapi, asam
traneksamat tidak berikatan dengan albumin. Oleh protein, asam traneksamat akan
tersebar di plasma dan berikutnya dibawa ke jaringan. Asam traneksamat bisa
menembus ke sawar darah plasenta. Tidak hanya itu, serta bisa berdifusi ke
membran sinovial serta cairan sendi dengan konsentrasi yang sama dengan di
plasma. Sebagian kecil asam traneksamat juga ditemui di air susu ibu( ASI)
dengan konsentrasi seperseratus dari total, menembus sawar darah otak serta
ditemui di cairan serebrospinal dengan konsentrasi sepersepuluh, serta aqueous
humor dengan konsentrasi sepersepuluh. Asam traneksamat pula terdeteksi
ditemukan di cairan semen serta membatasi fibrinolisis, tetapi tidak
mempengaruhi migrasi semen. Konsentrasi asam traneksamat yang ditemui di
jaringan lebih rendah dibanding di plasma darah.
·
Metabolisme
Cuma sebagian kecil asam traneksamat yang alami
metabolisme. Total cuma 5% sisa metabolisme yang ditemui di kemih sepanjang 72
jam.
·
Eliminasi
Eliminasi asam traneksamat terjalin di ginjal tepatnya
lewat filtrasi di glomerulus. Sebanyak 40% dari dosis oral, serta 95% dari
dosis intravena bakal dikeluarkan lewat kemih dalam waktu 24 jam. Klirens
ginjal sama dengan klirens plasma, ialah 110- 116 ml/ menit. Waktu paruh asam
traneksamat ialah kurang lebih 2 hingga 11 jam.
REFERENSI
Durachir, A dan Astuti, D. 2018.
Hemostatis: Bahan Ajar Teknologi Laboratorium Medik. Kemenkes RI, Jakarta.
PERTANYAAN
1. Jelaskan faktor yang menyebabkan metabolisme
asam traneksamat sangat sedikit, yaitu hanya 5% sisa yang ditemui pada kemih
dalam 72jam? Dan apa hubungannya terhadap bioavailabilitas asam tarneksamat tersebut?
2. Apa yang menyebabkan asam
traneksamat tidak dapat berikatan dengan albumin tetapi berikatan dengan
plasminogen?



Izin mencoba menjawab pertanyaan no 2 nurun. Alasan asam traksenamat bisa berikatan dengan plasminogen , karena agar dapat memberikan efek terapeutik
BalasHapusJumlah asam traneksamat yang berikatan dengan protein harus mencapai minimal 3%, sehingga asam traneksamat dapat berikatan penuh dengan plasminogen. Namun, asam traneksamat tidak berikatan dengan albumin. Oleh protein, asam traneksamat akan beredar di plasma dan selanjutnya dibawa ke jaringan. Asam traneksamat dapat menembus ke sawar darah plasenta. Selain itu, juga dapat berdifusi ke membran sinovial dan cairan sendi dengan konsentrasi yang sama dengan di plasma.
Terimakasih
Artikelnya sangat membantu, terima kasih atas ilmunya
BalasHapusTerima kasih ilmunya, sangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih banyak atas ilmunya, artikelnya sangat bermanfaat 🙏🏻
BalasHapus