HEMATOLOGI (I)
HEMATOLOGI (I)
“Pembekuan Darah dan Antikuagulansia”

Hematologi merupakan cabang ilmu medis penyakit dalam. Hematologi mempelajari gangguan, diagnosis, penyembuhan, serta pencegahan penyakit yang menyerang darah dan komponen- komponennya. Meliputi sel darah, protein darah, hemoglobin, trombosit, serta pembuluh darah, dan organ yang memproduksi darah, yakni sumsum tulang serta limpa.
Pada artikel sebelumnya, saya telah membahas mengenai antihistamin, kalian bisa melihatnya di sini dan di sini
Kali ini kita akan membahas tentang pembekuan darah dan obat-obat antikuagulansia, Selamat membaca^^
Pembekuan Darah
Mekanisme secara universal, pembekuan berlangsung lewat 3 langkah utama:
1.
Sebagai reaksi terhadap pembuluh darah yang rusak, hingga
rangkaian respon kimiawi yang kompleks berlangsung dalam darah yang mengaitkan
lebih dari selusin faktor pembekuan darah. Hasil akhirnya ialah terjadinya
suatu kompleks substansi teraktivasi yang disebut activator protrombin.
2.
Aktivator protrombin mengkatalisis pengubahan protrombin
jadi thrombin.
3.
Trombin bekerja bagaikan enzim buat mengganti fibrinogen
jadi benang fibrin yang merangkai trombosit, sel darah, serta plasma buat
membentuk bekuan.
Proses pembekuan darah terjalin karna
terdapatnya aktivasi dari ke 12 faktor pembekuan darah yang ada serta proses
ini dibagi jadi 2 jalur ialah:
1. Jalur intrinsik: pada jalur ini seluruh
bahan yang dibutuhkan buat proses pembekuan darah ada dalam aliran darah. Bahan
bahan tersebut umumnya tersebar dalam wujud prekursor yang inaktif( tidak
aktif), serta sebagian diantaranya ialah proenzim serta kofaktor.
2. Jalur ekstrinsik: pada jalur ini dibutuhkan
bahan yang berasal dari jaringan pembuluh darah yang terluka/ rusak( tissue
factor/ tissue tromboplastin).
Gabungan faktor intrinsik serta ekstrinsik
tersebut hendak menyebabkan pergantian factor X jadi factor X aktif, dan
selanjutnya bersama sama membentuk benang- benang fibrin.
Adapun faktor pembekuan darah beserta sumber dan jalurnya dapat dilihat
pada tabel dibawah ini

Untuk menciptakan penggumpalan darah maka dibutuhkan 4 faktor penggumpalan darah,
yaitu:
1. Garam kalsium, yang
dalam kondisi normal terdapat dalam darah
2. Sel yang terluar, yang
melepaskan trombokinase
3. Thrombin, yang
terbentuk dari protrombin bila adanya trombokinase, dan
4. Fibrin, yang terbentuk
dari fibrinogen di samping thrombin
Berikut adalah skema
terjadinya pembekuan darah di jalur intrinsik dan ekstrinsik

Antikoagulan
Merupakan zat yang digunakan untuk menghindari terbentuknya pembekuan darah
yang biasanya dipakai di klinik ataupun di laboratorium. Antikoagulan mencegah
pembekuan darah dengan jalur membatasi fungsi sebagian faktor pembekuan darah.
Antikoagulan digunakan untuk menghalangi penggumpalan darah, baik secara in vivo, artinya pada makhluk hidup, ataupun secara in vitro, di dalam tabung reaksi atau lebih universal lagi di luar tubuh. Pemakaian antikoagulan secara in vivo dimaksudkan untuk tujuan pengobatan, yakni untuk mencegah terbentuknya trombosis pada kondisi tertentu. Pemakaian antikoagulan secara in vitro dimaksudkan untuk mendapatkan plasma( Bekuan serum) untuk tujuan analisis komponen tertentu dalam darah.
Obat antikoagulan digunakan untuk menyembuhkan serta mencegah penyumbatan
pembuluh darah, seperti pada keadaan di bawah ini:
1.
Fibrilasi atrium
2.
Serangan jantung
3.
Penyakit jantung bawaan
4.
Stroke dan transient ischaemic attack (TIA)
5.
Deep vein thrombosis (DVT)
6.
Emboli paru
Antikoagulan terbagi ke dalam empat golongan. Pembagian ini didasarkan pada
fungsinya dalam menghambat fungsi
protein yang berperan dalam proses penggumpalan darah. Keempat golongan
tersebut adalah:
1.
Warfarin, yaitu jenis obat antikoagulan coumarin yang
bekerja dengan menghambat kerja vitamin K di dalam darah
2.
Penghambat faktor Xa, yaitu jenis obat antikoagulan yang
bekerja dengan menghambat kerja faktor Xa
3.
Penghambat thrombin, yaitu golongan obat antikoagulan
yang berfungsi mencegah aktivasi thrombin
4.
Heparin, yaitu jenis obat antikoagulan yang berperan
dalam menghambat thrombin dan faktor Xa
Berdasarkan cara
penggunaannya antikoagulan dibagi menjadi dua, yaitu:
1.
Anti koagulan injeksi
Contoh :
Heparin
2.
Anti koagulan oral
Contoh :
Warfarin, Dikumarol, Fenidion
Warfarin
Warfarin memiliki nama kimia 4- hydroxy- 3-( 3- oxo- 1- phenylbutyl)- 2H-
chromen- 2- one dengan rumus kimia C19H16O4. Warfarin memiliki sediaan berupa
tablet dengan dosis bermacam- macam mulai dari 1 miligram sampai 10 miligram.

Warfarin di indikasikan buat profilaksis serta penyembuhan komplikasi tromboembolik yang dihubungkan dengan fibrilasi atrium serta penggantian katup jantung, dan sebagai profilaksis terbentuknya emboli sistemik sesudah infark miokard.

Farmakodinamik
Warfarin ialah anti koagulan oral yang mempengaruhi sintesa vit K yang
berfungsi dalam pembekuan darah sehingga terjalin deplesi faktor II, VII, IX
serta X. Warfarin bekerja di hati dengan membatasi karboksilasi vit K dari
protein prekursornya. Karna waktu paruh dari tiap- tiap faktor pembekuan darah
tersebut, hingga apabila terjalin deplesi aspek Vll waktu protrombin sudah
memanjang.
Namun efek anti trombotik baru mencapai puncak sesudah berlangsung deplesi
keempat faktor tersebut. Jadi efek anti koagulan dari warfarin memerlukan waktu
beberapa hari sebab efeknya terhadap faktor pembekuan darah yang baru dibentuk
bukan terhadap faktor yang telah terdapat disirkulasi.
Farmakokinetik
Mula kerja: segera pada pemberian IV, 20- 60 menit sesudah pemberian
Kandungan puncak dalam plasma: 2– 4 jam sesudah pemberian
Waktu paruh: 30- 180 menit.
Bioavailabilitas: karna tidak diabsorbsi di saluran cerna, harus diberikan
secara parenteral.
Metabolisme: paling utama di hati serta sistem retikuloendotelial( SRE);
dapat pula di ginjal
Ekskresi: secara primer diekskresi oleh hati
daD SRE.
Heparin
Heparin di indikasikan dalam dosis rendah buat pencegahan stroke ataupun komplikasi tromboembolik. Profilaksis trombosis serebral pada evolving stroke( masih diteliti).

Farmakodinamik
Bekerja selaku anti koagulan dengan mempotensiasi kerja anti trombin III(
AT- III) membentuk kompleks yang berafinitas lebih besar dari AT- III sendiri,
terhadap sebagian faktor pembekuan darah, termasuk trombin, faktor IIa, IXa,
Xa, XIa, serta XIla. Oleh sebab itu heparin memacu inaktifasi faktor pembekuan
darah.
Heparin umumnya tidak mempengaruhi waktu perdarahan. Waktu pembekuan
memanjang apabila diberikan heparin dosis penuh, namun tidak terpengaruh apabila
diberikan heparin dosis rendah. Heparin dosis kecil dengan AT- III
menginaktifasi faktor XIIIa serta menghindari terjadinya bekuan fibrin yang
normal. Pemakaian hefarin dimonitor dengan mengecek waktu tromboplastin
parsial( aPTT) secara berkala.
Farmakokinetik
Mula kerja: segera pada
pemberian IV, 20- 60 menit sehabis pemberian SK
Kandungan puncak dalam
plasma: 2– 4 jam sehabis pemberian SK
Waktu paruh: 30- 180
menit.
Bioavailabilitas: sebab
tidak diabsorbsi di saluran cerna, harns diberikan secara parenteral.
Metabolisme: paling utama
di hati serta sistem retikuloendotelial( SRE); dapat pula di ginjal
Assalamualaikum, ingin bantu jawab untuk soal nomor 2.
BalasHapusSecara umum, peran vitamin K dalam tubuh adalah mengaktifkan protein-protein pembekuan darah, menjaga kesehatan tulang, dan mencegah penyakit jantung. Tetapi ternyata, proses penyerapan serta fungsi vitamin K1 dan K2 sedikit berbeda. Fungsi utama vitamin K adalah membantu proses pembekuan darah. Bila tubuh kekurangan vitamin K, darah akan sulit membeku. Akibatnya, orang yang kekurangan vitamin K akan mudah mengalami perdarahan. Kekurangan vitamin K lebih sering dialami oleh bayi baru lahir dibanding orang dewasa. Baik vitamin K1 dan K2, keduanya ikut andil dalam proses pembekuan darah dengan mengaktifkan agen-agennya seperti protrombin dan inhibitor koagulasi.
untuk kasus keebihan vitamin K, Meskipun vitamin K tersimpan di dalam lemak, gejala Hipervitaminosis (kelebihan vitamin) K sangat jarang ditemukan. Batas asupan vitamin K adalah 500 mikrogram per hari. Melebihi batas dosis tersebut dapat menyebabkan rekasi alergi dan menyebabkan gangguan pada liver, namun hal ini sangat jarang.
Efek samping kelebihan dosis vitamin K yaitu hati membesar, pucat, meningkatkan keringat, kesulitan bernapas, otot menjadi kaku, pembengkakan tubuh, pernapasan tidak teratur, penurunan gerakan atau aktivitas, pembengkakan kelopak mata atau kemerahan pada kulit.
Izin menjawab pertanyaan no. 1
BalasHapusApakah efek dari penggunaan antikoagulan untuk ibu hamil? dan alternatif apa yang dapat diberikan kepada ibu hamil untuk mencegah stroke dan komplikasi tromboembolik?
Salah satu jenis antikoagulan adalah penggunaan heparin. Efek samping utama terapi antikoagulan adalah perdarahan.
Pada kehamilan dikategorikan ke dalam kategori C untuk unfractionated heparin (UFH) dan kategori B untuk low molecular weight heparin (LMWH).
Pada ibu menyusui, baik UFH maupun LMWH tidak menembus plasenta dan tidak diekskresikan melalui ASI sehingga aman untuk digunakan.
Unfractionated heparin (UFH) termasuk obat kategori C untuk kehamilan dimana studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi yang terkontrol pada wanita hamil.
Sementara itu LMWH (Heparin berat molekul rendah) termasuk obat kategori B untuk kehamilan dimana studi pada hewan tidak ditemukan risiko terhadap janin tetapi tidak ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Terapi antikoagulan digunakan pada wanita hamil sebagai tata laksana tromboemboli vena akut dan pencegahan pada pasien dengan riwayat trombosis ataupun berisiko tinggi mengalami tromboemboli vena selama kehamilan atau masa nifas.
Sebelumnya, UFH (Unfractionated heparin) menjadi antikoagulan standar selama kehamilan, tetapi saat ini LMWH ( Heparin berat molekul rendah) antikoagulan pilihan menggantikan UFH (Unfractionated heparin) karena dianggap lebih aman dan lebih mudah digunakan dengan pengurangan dosis pada wanita dengan kerusakan ginjal. Penggunaan UFH dianjurkan pada wanita dengan risiko trombosis sangat tinggi terutama jika terdapat peningkatan risiko perdarahan atau penggunaan anestesi regional.
Terimakasih semoga dapat membantu dan maaf banyak kekurangan dalam menjawab pertanyaan.
Artikelnya menarik dan sangat membantu, terima kasih yaa
BalasHapusUwahhh terimakasih sdh mengupgrade ilmu sayeee
BalasHapusHamdallah bergunaaa:))
Terimakasih banyak atas ilmunya, artikelnya sangat bermanfaat 🙏🏻
BalasHapus